OMONG KOSONG ITU DISEBUT SERTIFIKASI

Februari 28, 2008

Inilah negeri penuh omong kosong!

Setiap hari kita mendengarkan banyak sekali omong kosong di negeri ini, omong kosong yang terdengar indah namun tidak ada realisasi ataupun kalaupun ada hanya sebatas memenuhi aspek formalitas saja. Omongkosong itu ada yang berupa janji-janji kampanye para pemimpin, pernyataan para elit politik, acara-acara TV, peraturan bahkan undang-undang.

Di dunia pendidikan juga banyak omongkosong, omongkosong yang paling hot adalah ujian nasional, inilah omongkosong terbesar di dunia. Jutaan orang mendengarkan, berdebat, menganalisa, melakukan penelitian, dan menulis tentang omongkosong ini. Ujian Nasional juga merupakan omongkosong termahal di dunia, berapa milyar uang rakyat di habiskan untuk omongkosong ini. Apa hasilnya ? Namanya juga omongkosong, hasilnya adalah anomali. Tapi bukankah negeri ini juga negeri yang penuh anomali?

Di negeri lain yang normal, ujian nasional bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Tapi di negeri ini ujian nasional malah meningkatkan pelacuran akademis yang pada akhirnya membuat harkat pendidikan dan pendidik semakin terpuruk.

Dan omongkosong terbaru adalah SERTIFIKASI GURU, kenapa disebut omongkosong? Sertifikasi guru dimaksudkan untuk menilai kompetensi seorang guru. Untuk menilai kompetensi harusnya melalui Uji kompetensi dan Survei langsung ke lapangan ke tempat guru tersebut bekerja bukan dengan penilaian portofolio seperti sekarang ini. Alih alih ingin meningkatkan kualitas malah bisa menimbulkan ketegangan dan kecemburuan antar guru, sebab tidak menutup kemungkinan guru yang malas dan tidak berdedikasi malah lulus sertifikasi.

Ah jadi malas meneruskan tulisan ini!


Guru dan ICT

Februari 5, 2008

Sekitar tiga minggu yang lalu, saya diundang untuk mengikuti Pelatihan ICT MGMP dalam rangka pengembangan pendidikan daerah khusus di daerah tertinggal. Peserta pelatihan ini adalah guru SMP dari wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, sebab daerah selatan ini dianggap sebagai daerah yang relatif tertinggal di banding wilayah-wilayah lainnya.

Selama mengikuti pelatihan ini kami diperkenalkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi , mulai dari sisi hardware seperti laptop, lcd proyektor, modem dan lainya sampai dengan software seperti ms word, excel dan powerpoint. Karena saya di sekolah selain guru fisika juga merangkap sebagai guru TIK dan pengelola Lab. Komputer, hal-hal di atas tidak terlalu asing bagi saya pribadi, tetapi bagi sebagian besar peserta yang lain Teknologi Informasi ini merupakan hal yang baru. Bahkan ada peserta yang baru kali ini memegang komputerĀ .

Selain diperkenalkan dengan aplikasi – aplikasi dasar komputer kami juga diperkenalkan dengan dunia maya, kami dilatih membuat account email, membuat groups dan membuat blog. Pada waktu mengikuti pelatiahan itu kami semangat untuk melakukan hal tersebut, tetapi setelah kami kembali ke sekolah sebagian pesrta bingungĀ  sebab di sekolah tidakĀ  ada koneksi internet.Beruntunglah saya sebab di sekolah tempat saya bekerja sudah ada lab. komputer lengkap dengan LAN dan Internet. Kalau boleh sedikit sombong sekolahh kami merupakan sekolah negeri pertama di kab. sukabumi yang memiliki fasilitas IT yang cukup lengkap, walaupun SMP kami merupakan SMP kampung yang sering dianggap sebelah mata.Bahkan kami sudah memiliki alat pemeriksa lembar jawaban komputer, dan guru-guru di sekolah kami sudah terbiasa membuat presentasi pembelajaran menggunakan powerpoint dan menggunakan lcd proyektor.