Inilah negeri penuh omong kosong!
Setiap hari kita mendengarkan banyak sekali omong kosong di negeri ini, omong kosong yang terdengar indah namun tidak ada realisasi ataupun kalaupun ada hanya sebatas memenuhi aspek formalitas saja. Omongkosong itu ada yang berupa janji-janji kampanye para pemimpin, pernyataan para elit politik, acara-acara TV, peraturan bahkan undang-undang.
Di dunia pendidikan juga banyak omongkosong, omongkosong yang paling hot adalah ujian nasional, inilah omongkosong terbesar di dunia. Jutaan orang mendengarkan, berdebat, menganalisa, melakukan penelitian, dan menulis tentang omongkosong ini. Ujian Nasional juga merupakan omongkosong termahal di dunia, berapa milyar uang rakyat di habiskan untuk omongkosong ini. Apa hasilnya ? Namanya juga omongkosong, hasilnya adalah anomali. Tapi bukankah negeri ini juga negeri yang penuh anomali?
Di negeri lain yang normal, ujian nasional bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Tapi di negeri ini ujian nasional malah meningkatkan pelacuran akademis yang pada akhirnya membuat harkat pendidikan dan pendidik semakin terpuruk.
Dan omongkosong terbaru adalah SERTIFIKASI GURU, kenapa disebut omongkosong? Sertifikasi guru dimaksudkan untuk menilai kompetensi seorang guru. Untuk menilai kompetensi harusnya melalui Uji kompetensi dan Survei langsung ke lapangan ke tempat guru tersebut bekerja bukan dengan penilaian portofolio seperti sekarang ini. Alih alih ingin meningkatkan kualitas malah bisa menimbulkan ketegangan dan kecemburuan antar guru, sebab tidak menutup kemungkinan guru yang malas dan tidak berdedikasi malah lulus sertifikasi.
Ah jadi malas meneruskan tulisan ini!
Ditulis oleh endangmuhtadin 



